Showing posts with label IlmuPerikanan. Show all posts
Showing posts with label IlmuPerikanan. Show all posts

Thursday, October 10, 2013

Filum Echinodermata


Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup

PHYLUM PORIFERA

Porifera (Latin, Phorus = pori-pori, ferre = pembawa) adalah hewan invertebrata yang mempunyai tubuh berpori-pori. Bentuk tubuh hewan ini tidak hanya kotak, tapi bermacam macam. Ada yang seperti piala, terompet, dan ada yang bercabang menyerupai tumbuhan. Struktur tubuhnya radial simetris. Porifera hidup di air laut dan air tawar. 
  

Distribusi Ikan Cakalang/ Katsuwonus pelamis Dan Hubungannya Dengan Daerah Penangkapan

A.           Distribusi dan Penyebaran Ikan Cakalang
Suhu merupakan salah satu faktor yang penting dalam mengatur proses kehidupan dan penyebaran organisme. Proses kehidupan yang vital yang secara kolektif disebut metabolisme, hanya berfungsi didalam kisaran suhu yang relative sempit biasanya antara 0-40°C, meskipun demikian bebarapa beberapa ganggang hijau biru mampu mentolerir suhu sampai 85°C.  Selain itu, suhu juga sangat penting bagi kehidupan organisme di perairan, karena suhu mempengaruhi baik aktivitas maupun perkembangbiakan dari organisme tersebut.Oleh karena itu, tidak heran jika banyak dijumpai bermacam-macam jenis ikan yang terdapat di berbagai tempat di dunia yang mempunyai toleransi tertentu terhadap suhu. Ada yang mempunyai toleransi yang besar terhadap perubahan suhu, disebut bersifat euryterm. Sebaliknya ada pula yang toleransinya kecil, disebut bersifat stenoterm. Sebagai contoh ikan di daerah sub-tropis dan kutub mampu mentolerir suhu yang rendah, sedangkan ikan di daerah tropis menyukai suhu yang hangat. Suhu optimum dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhannya. Ikan yang berada pada suhu yang cocok, memiliki selera makan yang lebih baik.

Monday, October 7, 2013

Difference of surface long line and bottom longline


According Sadhori, 1985, Long line fishing is a tool that consists of a series of main rope and buoy rope, where the main rope at a certain distance, there are several branches of the short rope and a smaller diameter at the end of the rope and the branch of baited hooks attached. Perawai have a fishing rod or metal needles (metal jigs) are used to hook fish that happened to pass by. Tuna longline gear in one basket consists of: main line, branch line, steel wire wrapped in cotton yarn (skyama), wire leader, hook, buoy line, and buoys.
Ø  Surface long line :
The number of branches in one basket ropes paused from 4-6 cords branch. (Suzuki, et al, 1977), In Operate in areas of surface waters ranged from <100 m. etc.


Ø  Bottom long line :
The number of branches in one basket ropes paused from 10-15 cords branch. (Suzuki, et al, 1977), Operated in the bottom waters (100-300 m). etc.

Produktivitas Penangkapan Pada Efisiensi Teknis



Produktivitas penangkapan adalah ukuran kemampuan suatu alat tangkap. Produktivitas alat tangkap merupakan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh dari upaya penangkapan, sebagai produksi dari proporsi ikan pada suatu kawasan perairan yang ditangkap (Gulland 1983; Widodo 2001b).
Efisiensi teknis merupakan ukuran dari kemampuan produksi yang terbaik serta keluaran optimal yang mungkin dicapai dari berbagai masukan dan teknologi yang digunakan (Viswananthan et.al., 2003). Faktor teknis dalam kegiatan penangkapan ikan berkaitan dengan tindakan atau keputusan untuk melakukan aktivitas penangkapan yang menguntungkan. Tindakan atau keputusan dalam melakukan aktivitas akan menyebabkan adanya efisiensi teknis yang berkaitan dengan dimensi alat , upaya penangkapan ikan & penggunaan teknologi penangkapan ikan (Hilborn. 1985).